EDAMAME...


Edamame merupakan kedelai muda yang banyak dikonsumsi di Jepang, Cina dan Hawaii. Karena masih muda maka kedelai ini rasanya lebih empuk dan gurih dengan warna hijau. Kulitnya seperti kedelai, agak keras, berbulu halus dan hijau cerah. Pilihlah yang bijinya agak keras dan isinya padat, per buah 2-3 biji. Edamame bisa direbus dengan sedikit garam hingga empuk dan disajikan sebagai camilan. Kandungan asam lemak omega 3 pada adamame ini sangat bagus untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Adamame bisa diolah sebagai sup, salad atau campuran sayuran tumis.
Manfaat

Biasanya orang Jepang merebus polongnya yang muda sebagai cemilan saat minum sake.
Syarat Tumbuh

Sama halnya dengan kedelai biasa, kedelai jepang ini pun memerlukan hawa yang cukup panas dengan curah hujan yang relatif tinggi. Sehingga jenis ini cocok bila ditanam di Indonesia yang beriklim tropis. Pada umumnya, pertumbuhan tanaman akan balk pada tanah yang berketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. Dengan drainase dan aerasi yang baik, edamame dapat tumbuh baik pada tanah-tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol, dan andosol. Selain itu, ia menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik. Keasamaan tanah (pH) yang cocok untuknya berkisar antara 5,8-7,0. Tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan bintil akar dan proses nitrifikasi. Sebagai indikator yang paling mudah adalah jagung. Bila tanah itu baik untuk jagung, maka baik pula untuk jenis kedelai ini.
Pedoman Budidaya
PENANAMAN Benih edamame bisa langsung ditanam tanpa penyemaian. Kebutuhan benih untuk 1 ha pertanaman adalah sekitar 720 g. Sebelum disemaikan, sebaiknya benih itu ditulari (inokulan) dulu dengan bakteri bintil akar, terutama kalau tanah yang akan diolah belum pernah ditanami kedelai. Inokulan dilakukan dengan cara benih edamame dicampur dengan tanah bekas tanaman kedelai yang subur dengan perbandingan 1:40. Bila tanah bekas tanaman kedelai susah didapat, bisa digunakan inokulan yang telah jadi yang banyak dijual di tempat pembelian saprotan (sarana produksi pertanian). Tanah diolah sampai menjadi gembur. Kemudian tanah itu dibuat bedengan berukuran 10 x 2 m dan parit di antara bedengan sebagai saluran pembuangan air. Dua hari kemudian, lahan diberi pupuk DS sebanyak 20 g/m². Selanjutnya benih ditanam dengan cara ditugal di atas bedengan yang sudah disiapkan dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Tiap lubang tugalan diisi tiga benih. Kemudian dilakukan penyiraman secukupnya pada lubang tugalan dan tanah di sekitarnya hingga terlihat lembab.
Pemeliharaan
Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali seminggu karena tanaman edamame memerlukan banyak air, terutama saat pertumbuhan. Bila cuaca terlalu kering, maka frekuensi penyiraman perlu ditambah. Pemupukan dilakukan tiga minggu setelah tanam bersamaan dengan penyiangan. Pupuk yang digunakan antara lain Urea sebanyak 50 -100 kg/ha, PZOS sebanyak 45 - 90 kg/ha, dan K20 sebanyak 25-50 kg/ha atau ZK sebanyak 50-100 kg/ha. Urea berguna untuk merangsang aktifnya bintil akar.
Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman ini sama dengan yang menyerang kedelai biasa, antara lain sebagai berikut. Penyakit karat: Gejala penyakit ini adalah timbulnya bintik-bintik cokelat terutama di bagian bawah daun. Tepung sari akan bertaburan bila disentuh sehingga mengurangi penyerbukan. Pada serangan yang berat, polong banyak yang tidak terisi penuh. Penyebab penyakit ini adalah cendawan Phakopspora pachhyrhizi. Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara penggunaan varietas yang tahan terhadap serangan penyakit ini. Sedangkan pengendaliannya dilakukan dengan penggunaan fungisida Dithane atau Benlate dengan dosis 2 g/liter, terutama diberikan saat serangan belum terlalu berat. Penyakit bercak daun: Gejalanya hampir sama dengan penyakit karat, hanya saja bercaknya agak kuning dan terdapat warna merah kecokelatan di tengah bercak. Pada serangan berat, bercak-bercak menggabung/ membesar sehingga menyerupai daun yang mati. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Xanthomonas phaseoli. Pengendalian dan pencegahannya sama seperti pada penyakit karat. Penyakit busuk batang: Gejalanya ditandai dengan busuknya batang, terutama pada tanaman muda, yang diikuti dengan kematian. Apabila kelembapan terlalu tinggi, serangan penyakit menjadi semakin hebat sehingga meyebabkan biji gagal berkecambah. Penyebabnya adalah sejenis cendawan Phytium sp. Pengendaliannya dilakukan dengan penggunaan fungisida Dithane atau Benlate berdosis 2 g/liter. Penyakit mosaik : Penyakit ini disebabkan oleh virus mozaik kedelai (SMV) yang ditularkan oleh vektor Aphis glicines atau melalui cairan tanaman dan biji. Pengendaliannya dilakukan dengan cara menghindari penggunaan benih dari tanaman yang telah terinfeksi dan memberantas vektornya dengan insektisida. Hama kumbang daun kedelai (Phaedonia inclusa): Larva dan kumbang dewasa menyerang hampir semua bagian tanaman edamame (kedelai), terutama yang masih muda. Serangannya sering dijumpai pada pagi dan sore hari. Siklus hidup kumbang ini adalah 20-21 hari. Sehingga dalam satu kali musim tanam, edamame dapat diserang oleh 2-3 generasi kumbang: Pemberantasannya adalah dengan menyemprotkan Azodrin Karphos dan Tamaron berkonsentrasi sekitar 1-2 cc/liter, tergantung umur tanaman. Lalat bibit (Agromiza phaseolr): Serangannya ditandai dengan adanya bercak-bercak pada keping biji atau daun pertama tanaman muda. Selanjutnya larva lalat ini menyerang pangkal batang dan pangkal akar sehingga daun menjadi layu, menguning, kemudian mati. Jika tanaman yang terserang dicabut, akan terlihat larva pupa, atau kulit pupa di antara batang atau akar dan kulit. Pengendalian serangan dilakukan dengan menyemprotkan Azodrin, Surecide, Tamaron, Karphos, dan Furadan berkonsentrasi 1-2 cc/liter. Insektisida ini disemprotkan seminggu setelah tanam sampai tanaman berumur sebulan dengan selang seminggu setiap penyemprotan. Apabila menggunakan Furadan, harus diberikan pada saat tanam dengan dosis 2 - 3 butir per lubang tanaman. Kepik polong (Riptortus linearis): Serangannya ditandai dengan mengempisnya polong karena imago dan nymphanya mengisap dan merusak polong. Pengendalian serangan dilakukan dengan menyemprotkan Bayrusil ber-dosis 1- 2 cc/liter. Kepik hijau (Nezara viridula): Serangannya ditandai dengan mengempisnya polong karena imago dan nymphanya juga mengisap polong dengan jalan menusuk. Perbedaannya dengan kepik polong adalah warna kepik ini hijau. Pengendalian serangan dilakukan dengan menyemprotkan Azodrin berdosis 1- 2 cc/liter. Ulat prodenia (Prodenia litura): Serangannya ditandai dengan keroposnya jaringan epidermis tanaman. Daun geripis karena dimakan oleh larva ulat dewasa. Pengendalian serangan dengan insektisida akan lebih efektif dilakukan pada pagi atau sore saat ulat ini aktif. Atau, disemprotkan dari bawah ke atas karena ulat ini bersembunyi di permukaan daun bagian bawah. Penggerek polong kedelai (Etiella zinckenela): Serangannya ditandai dengan berlubangnya polong karena larvanya melubangi, masuk, dan tinggal di dalam polong. Pengendalian serangan dilakukan dengan mengg
Panen dan Pasca Panen
Edamame dapat dipanen pertama kali saat berumur 45 hari, tergantung varietasnya. Kalau lebih tua lagi, hasilnya tidak disukai konsumen. Pemanenan tidak dapat dilakukan serentak karena harus diseleksi. Polong yang akan dipetik adalah yang sudah siap dikonsumsi. Bijinya harus kelihatan bernas, tetapi warnanya belum kekuningan dan rambutnya belum banyak. Biasanya yang dipilih hanyalah polong yang berisi tiga biji dan tonjolan biji pada polong terlihat besar. Panen terus berlanjut hingga umurnya sekitar 65 hari.

"MENGKONSUMSI EDAMAME SECARA TERATUR ADALAH KEPUTUSAN CERDAS DAN BIJAKSANA KARENA KESEHATAN ADALAH HARTA YANG TIDAK TERNILAI"
"MENGKONSUMSI 25 GR PROTEIN EDAMEME SETIAP HARI, MERUPAKAN BAGIAN DARI DIET RENDAH UNTUK MENGURANGI LEMAK DAN KOLESTEROL SERTA BISA MENGURANGI RESIKO BEBERAPA PENYAKIT"
Kandungan Edamame:
  1. Protein : meliputi 9 asam amino penting yang berfungsi sebagai zat pembangun
  2. Isoflavones : merupakan anti oksidan unsure yang melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul oksigen yang tidak stabil
  3. Betakaroten alami sebagai penyuplai vitamin A dalam tubuh
  4. Pestides (rantai asam amino) yang memperbesar system kekebalan tubuh dan membantu tubuh dalam melawan penyakit
  5. Lechitin : zat penyembuh berbagai penyakit
  6. Vitamin B Complex tinggi, Pro vitamin A, Vitamin E dan K, Niasin
  7. Mineral : fosfor, kalsium, natrium dan zat besi
  8. Phytoestrogen (senyawa mirip Estrogen), terbukti mampu menghambat osteoporosis (keropos tulang) dan mampu memperpanjang usia menopause serta mengatasi keluhan pasca menopause
  9. Phenolik dan Asam Lemak Tidak Jenuh bersifat menghalangi terbentuknya senyawa nitrosamine penyebab kanker yang berasal dari produk olahan modern


Khasiat Edamame:
  1. Mencegah dan menyembuhkan penyakit jantung koroner, Lechitin edamame dapat menghancurkan timbunan kolestrol dalam pembuluh darah
  2. Mencegah dan menyembuhkan kencing manis, Lechitin edamame dapat membuang kelebihan kadar gula dalam darah dan membantu pancreas memproduksi insulin
  3. Mencegah kanker khususnya kanker payudara dan kanker prostat
  4. Membantu masalah lever, Lechitin edamame mencegah timbulnya lemak jenuh dalam hati
  5. Mengurangi kegemukan / sebagai diet yang sehat
  6. Kesehatan kulit dan awet muda, kaya akan vitamin E sebagai nutrisi dan lechitinnya dapat meremajakan sel-sel tubuh
  7. Membantu masalah otak, mencerdaskan dan mengatasi lupa, karena 25% dari otak kita adalah lechitin, maka edamame sangat membantu cara kerja otak
  8. Memperpanjang usia menopause dan mengatasi keluhan pasca menopause. Wanita Jepang yang gemar edamame usia menopause tinggi dan jarang mengalami keluhan pasca menopause
  9. Menghambat Osteoporosis (keropos tulang). Fitoestrogen dalam edamame mempunyai fungsi untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari
  10. Mengurangi resiko kanker prostat pada kebanyakan pria, Isoflavone menekan aktifitas enzim yang bisa menurunkan hormone steroid termasuk testoteron