SABANG, titik 0 kilometer—nya Indonesia


Kota Sabang berada di pulau Weh dan merupakan ibu kotanya. Pulau ini terletak di ujung pulau Sumatra dan merupakan zona ekonomi bebas dan daerah Indonesia yang terletak paling barat.
Sejak lama Sabang terkenal dengan titik 0 kilometer-nya, yaitu bagian paling barat dari wilayah Indonesia.

Wilayah Kota Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.


PULAU

Kota Sabang terdiri atas 5 (lima) buah pulau yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2). Di Pulau Weh terdapat sebuah danau air tawar bernama Danau Aneuk Laot.

SEJARAH

Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura).

Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibom pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965 dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas.

Gagasan itu kemudian diwujudkan dan diperkuat dengan terbitnya UU No 3/1970 tentang Perdagangan Bebas Sabang dan UU No 4/1970 tentang ditetapkannya Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Dan atas alasan pembukaan Pulau Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang terpaksa dimatikan berdasarkan UU No 10/1985. Kemudian pada tahun 1993 dibentuk Kerja Sama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang membuat Sabang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan Asia Selatan.

keliling indonesia..

wokeh kayanya untuk beberapa waktu kdepan,,qt akan keliling negeri tercinta dengan mengetahui sejarah-sejarah provinsi yg ada d indonesia..
meski qt g tinggal di tempat trsebut,,qt harus tau juga biar mqn bangga!
ya tak??
qt akan memulai perjalanan dari sabang dan berujung d merauke..

kencangkan sabuk pengaman anda,,dan always follow my trip!

lets goooo....!!

cianjur kota qo


SEJARAH SINGKAT KABUPATEN CIANJUR
Sejarah Kabupaten Cianjur sangat sedikit diketahui, akan tetapi menurut cerita-cerita dari orang tua, daerah Kabupaten Cianjur dahulunya adalah termasuk kedalam wilayah
Kerajaan Pajajaran. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kepercayaan masyarakat Cianjur yang sama dengan masyarakat pada jaman kerajaan pajajaran yang banyak mengenal kebudayaan hindu.

Asal usul Kabupaten Cianjur diketahui setelah masuk pengaruh Islam ke Cianjur dari Kesultanan Banten kira-kira abad XV.
Bupati pertama Cianjur bernama
Wiratanu I yang memerintah kira-kira abad XVII berpusat di Cikidul-Cikalong Kulon 20km sebelah utara Kabupaten Cianjur sekarang. Kemudian dipindahkan oleh Bupati Wiratanu II ke tepi sungai dan jalan raya yang telah dibuat oleh Daendels antara Anyer - Panarukan yaitu Kota Cianjur sekarang.

Kota Cianjur menjadi Kota Keresidenan Priangan pada masa Raden Kusumah Diningrat dengan wilayah meliputi Pelabuhan Ratu sebelah barat, Sungai Citanduy dengan barisan Gunung Halimun, Mega Mendung, Tangkuban Perahu sebelah timur, dan Samudra Indonesia sebelah selatan.
Kemudian pada masa Bupati
R.A.A Prawiradiredja wilayah Cianjur mengalami perubahan menjadi Cikole sebelah barat, Sukabumi sekarang, Bandung dan Tasikmalaya dengan Ibukota Keresidenan dipindahkan ke Bandung.

Perkebunan karet dan teh merupakan akibat dari sistem tanam paksa (cultur stelsel).
Perkebunan tersebut merupakan tempat hiburan akhir pekan bagi asisten residen dan orang-orang belanda yang tinggal di Cianjur dan cenderung membuat rumah didaerah Cipanas-Puncak.

SENI TRADISIONAL

  1. Seni Mamaos Cianjuran
    Keistimewaannya adalah lagu-lagunya tidak berpatokan pada birama tertentu, sehingga banyak yang bilang bahwa Seni Cianjuran adalah termasuk Seni Jazz.
  2. Kacapi Suling, Jaipongan (Ketuk Tilu) dan Calung

MAKANAN TRADISIONAL

  1. Tauco
    Makanan khas Cianjur yang berasal dari negeri Cina. Terbuat dari kacang kedelai pilihan, diproses secara tradisional.
    Pabrik tauco tertua adalah pabrik tauco cap meong, didirikan tahun 1880 di kota Cianjur.
  2. Manisan

BUDAYA TRADISIONAL

  1. Pengrajin Sangkar Burung
  2. Pengrajin Lampu Kuning
  3. Pengrajin Cinderamata Bambu dan Kayu

SENI BELADIRI TRADISIONAL
Pencak Silat / Maenpo

puasa,,puasa,,puasa,,

hmmm...
puasa kali ini jauh dr klwrga..
satu kata, SEDIH!!
masuk kuliah ptama suruh bikin blog, gtw juga mw nulis apa??
belum ada ide niiiyh..
soalnya yg ada dpikiranqu skr,,GIMANA CARANYA SUPAYA BISA CEPET MUDIK..
jd mungkin, di post kali ini aq bkal ngbahas mudik..
emmm,,lumayan ide bgs niyh menjelang lebaran.
meski sbenernya aq jg blom pnah mudik (hehe..baru mw ntar menjelang lebaran).
Tp aq bkal berbagi ide cara aman n nyaman di perjlnan slama mudik..
1. klo mudiknya ga pake kndaraan sndiri,lbh baik bl tiket tw karcis jauh2 hari (smw org jg uda pada tw kali yaaa??)
2. jgn bawa brg byk2,,sperlunya azz. yaaa kecuali bwt yg pke mbil sndri.
3. klo mudiknya jauh,,siapkan makanan yg banyaaaak..
4. badan juga hrz fit..siapin obat klo perlu.
5. bawa bantal kayanya enak tuh?
6. bwt yg pake mtor,,duuuh siapin pinggang yg kuat azz yaaa...

ide slanjutnya ntar nyusul...

ayo selamat berburu tiket!!!